May 26, 2024

MA Negeri 3 Malang, “War on Drugs”

Rabu (13/12) perwakilan siswa dari MA Negeri 3 Malang, Ayu Agustin dan Zainul Mutaqin didampingi langsung oleh Kepala Madrasah, Zainul Musafak mengikuti Road Show bertajuk “Generasi Emas- Produktif Tanpa Narkoba” yang dihelat oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim dalam rangka menekan peredaran narkoba di lingkungan pelajar di Jawa Timur. Kegiatan yang digelar di gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah di Jawa Timur, termasuk MA Negeri 3 Malang menjadi bagian yang ingin aktif untuk ikut andil dalam mengatasi permasalahan narkoba terutama di lingkungan pelajar. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Polda Jatim yang dimulai dari Probolinggo, Malang, Magetan, dan puncaknya di Surabaya pada 19/12.

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto dalam sambutannya dihadapan 1000 siswa dan 500 guru dari berbagai sekolah/ madrasah memberikan pengarahan bahwa ‘memerangi’ narkoba (Narkotika, Psikotropika, dan Obat Terlarang Berbahaya)  bukan hanya tugas kepolisian saja, melainkan dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan peredaran narkoba.

Para peserta pada awal memasuki gedung, disugui replika narkoba dan priskotropika dari berbagai jenis sebagai bahan pengetahun dan penambahan wawasan tentang jenis-jenis narkoba. Hiburan dari grup band musik “Semeru Police Band” yang beranggotakan polisi-polisi dari Jawa Timur, tari topeng malangan, suguhan finalis Indonesia Got Talentu para barisan Paskibraka yang berlanjut dengan penayangan film “Swara Diri” yang mengilustrasikan kehidupan remaja yang terjerumus dalam jerat narkoba sebab konflik yang dialaminya.

Kapolda Jatim berpesan melalui lantunan shalawat “lima pesan” agar menjadi pedoman hidup bagi umat Islam terutama pemuda pelajar. Beliau juga berpesan kepada peserta kegiatan untuk ikut memberantas peredaran narkoba dengan memberikan informasi kepada kepolisian, mendukung program-program pencegahan, serta menjaga lingkungan agar tetap bersih dari peredaran narkoba. Kapolda juga menekankan bahwa pengguna narkoba didominasi oleh generasi muda terutama kalangan pelajar yang sangat rentan terkena jerat sesat narkoba.

Road Show Generasi Emas-Produktif Tanpa Narkoba merupakan salah satu rangkaian dari Polda Jatim dengan agenda lain seperti: Kampung Bebas Narkoba, Audiensi Pengasuh Pondok Pesantren, Edukasi Sekolah, Tempat Ibadah, dan Komunitas.

Turut hadir pula Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kombes Pol Arie Ardian yang menambahkan penjelasan bawha peredaran gelap narkoba di Jawa Timur relatif cukup besar. Untuk itulah road show ini digelar dengan sasaran utama adalah para pelajar.

“Pihak Polda akan terus melakukan penguatan daya cegah dan daya tangkap di lingkungan sekolah/ madrasah, karena memang ada indikasi peredaran narkoba sudah mulai masuk ke tempat-tempat pendidikan”, imbuhnya.

Road show yang didampingi selain dari pihak Ditresnarkoba juga turut hadir memberikan edukasi yaitu Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas), Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) dan Bidang Psikologi Biro Sumber Daya Manusia. Kalangan pelajar memang rentan dengan kondisi psikologi yang labil, sehingga upaya membangun wadah, komunitas melalui OSIS atau semacam satuan tugas (satgas) melalui komunitas sendiri yang dibentuk secara mandiri dan khusus yang dibuat oleh sekolah/ madrasah sebagai mitra kepolisian untuk diberdayakan dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan pelajar. Jawa Timur pada tahun 2022 terjadi jumlah kasus yang cukup besar, sekitar 7000 kasus. Narkoba sudah merambah ke ranah lembaga pendidikan dengan sasaran utamanya adalah pelajar menengah pertama dan atas. Untuk itulah ‘mereka’ yang terjerumus harus dipandang sebagai korban bukan pelaku, dengan melakukan rehabilitasi dan edukasi sebagai bentuk penyadaran diri.

Ayu Agustin sebagai perwakilan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa di MA Negeri 3 Malang, OSIS berkoordinasi dengan PKM Kesiswaan dan Kepala Madrasah secara kontinyu mengadakan program-program yang berkaitan dengan upaya pencegahan narkoba di lingkungan pelajar. Kerja sama dengan pihak Polres Kec Donomulyo, BNN, Puskesmas, dan pihak-pihak lain yang terkait dilibatkan dalam agenda kegiatan OSIS. Contoh kegiatan seperti pembekalan ketika Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) kepada siswa baru, imbauan dari Poles dan Polsek ketika upacara hari Senin ataupun agenda khusus, pengiriman Duta Anti Narkoba, dan program-program lainnya menjadi bukti bahwa MA Negeri 3 Malang terus melakukan “War on Drugs”, demi menjaga kualitas generasi muda.

Dilansir dari bnn.go.id, narkoba menurut UU Narkotika pasa 1 ayat 1 Nomor 35 tahun 2009 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat atau obat baik yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, yang bersifat alamiah, sintetis atau semisintetis sehingga menimbulkan penurunan kesadaran, halusinasi, dan rasa rangsang. Penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda dan pelajar semakin berpotensi meningkat yang disebabkan beberapa hal, seperti tingkat keingintahuan yang tinggi untuk mencoba-coba, mengikuti trend atau gaya hidup, dan kondisi kejiwaan ‘anak muda’ yang labil dan cenderung menyukai kebebasan ataupun menutup diri dengan melakukan ekspolarasi diri kepada hal-hal yang negatif.

Zainul Musafak yang juga turut mendampingi pewakilan siswa dalam kegiatan road show tersebut mengungkapkan rasa miris dan ironisnya, melihat maraknya peredaran serta penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda terutama pelajar. MA Negeri 3 Malang terus berupaya melibatkan diri dan berperan penting melalui kegiatan-kegiatan yang bernilai religius, edukatif, kedisiplinan, dan koordinasi dengan guru BK untuk memberikan edukasi tentang bahayanya narkoba.

“Say Haram to Narkoba!, Narkoba dapat merusak kesehatan dan kejiwaan. Agama memberikan peringatan dan ancaman tentang narkoba. Untuk itu, MA Negeri 3 Malang terus berkomitmen memerangi narkoba demi merealisasikan generasi yang cerdas, tangguh, dan produktif”, tutur beliau.

Di akhir kegiatan, pihak Polresta berharap kepada peserta road show agar setelah kembali ke sekolah atau madrasah masing-masing, peserta akan melakukan diseminasi atau penyebaran secara langsung melalui pendekatan melalui jalinan komunikasi yang harmonis dengan teman-temannya tentang bahayanya narkoba dari segi agama, kesehatan, psikologis, dan hukum.

Menjadi sebuah catatan, penyalahgunaan narkoba mengakibatkan mudharat yang besar yang mengancam maqashid syariah atau tujuan hukum Islam dalam menjaga pikiran (hifdz al-aql). Diperlukan sinergitas dari pejabat pemerintah, penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan narkoba di Indonesia.

MA Negeri 3 Malang, “War on Drugs!” komitmen ‘memerangi’ narkoba demi generasi muda bangsa sehat lahir dan batin untuk Indonesia cerdas berkualitas. (jOe)