May 25, 2024

Santri MA Negeri 3 Malang ‘Love’ Ramadan

Berpedoman pada program dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pendidikan Agama Islam melalui Program PaisLove Ramadan, digunakan oleh MA Negeri 3 Malang sebagai acuan yang disesuaikan dengan karakteristik dan sarana prasarana di masing-masing madrasah sesuai jenjang. Amak Burhanudin selaku Kepala Bidang PAIS Kanwil Kemenag Prov Jatim menyampaikan bahwa pedoman Ramadan 1445H dapat digunakan oleh madrasah dengan menyesuaikan situasi dan kondisi di masing-masing madrasah. Beliau juga menyampaikan adanya program baru di Ramadan 1445H ini yaitu kata ‘love’ menginspirasi dari beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan di bulan Ramadan. Beberapa program yaitu: Cinta Puasa Ramadan (sebulan Penuh), Cinta Mengaji – One Day One Juz (Mengaji Al Quran), Cinta Menulis – Satu Bulan Satu Juz (Menulis Al Quran), Cinta Ilmu – (Ikut Kajian Ramadan seiap hari), Cinta Rosul – Rajin Amalan Amalan Sunnah (Dhuha, Taraweh, Tahajud, Sodaqoh, dsb, Cinta Pondok – Pondok Ramadan di Sekolah, Cinta Digital – NGOPAI Virtual Ramadan (menjelang berbuka).

Menindaklanjuti hal tersebut, PKM Humas bekerjasama dengan Koordinator Keagamaan Enawati menyusun program Pondok Ramadan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 2 April sampai dengan Jumat, 5 April 2024. Acara pondok ramadan yang dileksanakan sangat bervariasi dan tentunya bermanfaat bagi santri MA Negeri 3 Malang. Selasa (2/4) acara diawali dengan Salat Dhua, pembukaan oleh Kepala Madrasah, Zainul Musafak, materi kajian keislaman tentang tauhid dengan mengkaji kitab ‘Aqidatul Awam’ beserta nadhom oleh Ustaz Umar Tajudin. Dilanjutkan dengan materi tentang kajian Risatul Mahid oleh Ustazah Siti Ainun Khairiyah, kajian Moderasi Beragama oleh Ustaz AS Mukhlis, dan ditutup dengan salat Duhur berjamaah. Berlanjut pada hari Rabu (3/4) setelah salat Duha para santri MA Negeri 3 Malang melaksanakan tadarus Al Qur’an bersama yang dibimbing oleh Ustaz Nur Sulistiono, kajian keislaman tentang akhlak dengan mengaji kitab Ta’lim Muta’alim oleh Ustaz M Nur Fuadi, praktik ubudiyah tentang salat Jama’, Qashar, dan salat-salat dalam keadaan tertentu yang dibimbing oleh Ustaz Ifsori. Kajian berikutnya adalah tentang Memaknai Idul Fitri dengan Ustaz Siti Ainun sebagai pemateri yang diberikan sebelum salat Duhur berjamaah.

Kamis (4/4) Koordinator Keagamaan Enawati mengisi progam Pondok Ramadan agak ‘berbeda’, tidak dengan pemberian materi, namun mengadakan lomba-lomba yang bersifat keislaman, yaitu lomba da’i atau berceramah, tartil, dan kaligrafi dengan masing-masing juri yang bertindak adalah M Nur Fuadi, AS Mukhlis, dan Ifsori. Jumat (5/4) kegiatan Pondok Ramadan setelah salat Duha adalah Khotmil Quran yang diikuti oleh guru, karyawan, dan semua santri MA Negeri 3 Malang. Dilanjutkan dengan pembekalan dari panitia dan Kepala Madrasah. Acara berikutnya adalah pembelajaran membaca Al Qur’an dengan menerapkan metode Tilawati yang dibimbing oleh Ustazah Nisa dari Kecamatan Donomulyo. Acara berikutnya adalah salat Jumat untuk santri putra dan salat Duhur berjamaah bagi santri putri, yang menjadi akhir dari rangkaian Pondok Ramadan selama empat hari di MA Negeri 3 Malang.

Nadiva sebagai salah satu peserta Pondok Ramadan di MA Negeri 3 Malang menuturkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari sarat dengan kebermaknaan. Membuka pengetahuan dan wawasan keislaman yang mungkin selama ini kurang diketahui secara detail. Misalnya tentang kajian ketauhidan dengan mengkaji kitab Aqidatul Awam yang dikarang oleh Al-Imam Al-Allamah Ahmad bin Muhammad Ramadhan Al Marzki, salah seorang mufti di Makkah. Nadiva menjelaskan dengan pengetahuan yang diberikan oleh Ustaz Umar, ia mengetahui bahwa ilmu tauhid termasuk tiga pilar ilmu penting selain ilmu Fikih dan Tasawuf. Sebab ilmu tauhid menyangkut tentang keyakinan; keimanan’ itikad dalam hati yang benar-benar harus ditancapkan ketika beribadah dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Kesan yang menarik juga disampaikan oleh Nabila, “Pondok Ramadan yang dilaksanakan full dengan kegiatan. Adanya variasi lomba da’i, tartil, dan kaligrafi membawa warna tersendiri, jadi siswa tidak dijenuhkan oleh mendengarkan materi saja, namun ada lomba, praktik salat, tanya jawab, dan lain sebagainya.”

Enawati sebagai Koordinator Keagamaan di MA Negeri 3 Malang pada salah satu kegiatan Pondok Ramadan juga mendatangkan Ustazah Nisa dari Donomulyo, sebagai ustaz yang ahli dan berkompetensi dalam penerapan membaca Al Qur’an dengan metode Tilawati. Santri-santri di MA Negeri 3 Malang dibimbing secara klasikal oleh Ustazah Nisa agar dalam membaca Al Qur’an tidak sembarangn, harus dengan makharijul yang tepat, penerapan ilmu tajwid yang sesuai kaidah, serta harus secara benar (tilawah). Ustazah Nisa menjelaskan bahwa metode Tilawati diajarkan secara praktis dengan menggunakan lagu/ rost, diajarkan secara klasikal menggunakan peraga, diajarkan secara individual dengan teknik membaca-menyimak menggunakan buku. Terdapat empat teknik dari metode Tilawati, yaitu teknik klasikal 1 dengan guru membaca santri mendengarkan, klasikal 2 dengan guru membaca santri menirukan, klasikal 3 dengan guru dan murid membaca bersama-sama, dan teknik baca simak dengan satu membaca yang lain menyimak.

Alhamdulillah, diucapkan Zainul Musafak selaku Kepala MA Negeri 3 Malang atas sukses dan lancarnya kegiatan Pondok Ramadan tahun 1445 H/2024 M. Beliau berterima kasih kepada seluruh kepanitiaan, guru, dan karyawan atas kerja samanya sehingga mampu memberikan layanan rohaniyah yang sangat bermanfaat bagi santri-santri MA Negeri 3 Malang. Beliau juga berharap bagi santri-satri yang mengikuti Pondok Ramadan agar bisa menerapkan ilmu, pengetahuan, dan wawasan yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan untuk diyakinkan kepada diri sendiri, diamalkan secara berkelanjutan, dan bisa menjadi kemaslahatan bagi umat.

Semoga Ramadan ini mampu menjalani dengan keimanan dan keikhlasan, jiwa ruhaniyah mendapatkan hidayah untuk disucikan untuk mencapai derajat ketakwaan.La’allaku tattaquun..Aamin..(jOe)